PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan inflasi Year-on-Year atau y-on-y sebesar 1,97 persen pada Februari 2025.

Indeks Harga Konsumen atau IHK kelompok ini naik dari 102,29 pada Februari 2024 menjadi 104,30 pada Februari 2025, menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

"Peningkatan inflasi ini terjadi pada seluruh subkelompok dalam kelompok kesehatan, dengan subkelompok jasa kesehatan lainnya mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 10,29 persen. Kenaikan harga pada subkelompok ini berkontribusi signifikan terhadap inflasi keseluruhan kelompok kesehatan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 11 Maret 2025.

Kelompok kesehatan pada Februari 2025 menurut Agnes memberikan kontribusi inflasi y-on-y sebesar 0,05 persen. Berdasarkan pantauan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi ini adalah tarif rumah sakit sebesar 0,02 persen. Selain itu, tarif check up, obat gosok, dan tarif bidan masing-masing menyumbang 0,01 persen terhadap inflasi y-on-y kelompok kesehatan.

"Meski kelompok ini menunjukkan peningkatan inflasi y-on-y, pada Februari 2025 kelompok kesehatan tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi Month-to-Month atau m-to-m," katanya lagi.

Di sisi lain, peningkatan harga dalam kelompok kesehatan mencerminkan dinamika pasar dan biaya perawatan yang terus meningkat. Masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka terutama untuk kebutuhan kesehatan.

"Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Data ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih baik," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)