BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Februari 2025, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya deflasi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,12 persen terjadi di kelompok ini, menandakan penurunan indeks dari 99,78 pada Februari 2024 menjadi 99,66 pada Februari 2025.
"Penurunan ini terutama disebabkan oleh subkelompok peralatan informasi dan komunikasi yang mengalami deflasi sebesar 0,92 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 11 Maret 2025.
Sebaliknya, subkelompok layanan informasi dan komunikasi serta subkelompok layanan keuangan tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam periode yang sama.
"Dalam perhitungan year-on-year, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen terhadap total deflasi di Kalimantan Tengah," tuturnya.
Komoditas yang berkontribusi terbesar terhadap deflasi di kelompok ini adalah telepon seluler dengan andil sebesar 0,01 persen. Ini menunjukkan adanya penurunan harga yang signifikan pada perangkat telepon seluler di wilayah tersebut.
"Meski demikian, komoditas-komoditas lainnya dalam kelompok ini tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m pada Februari 2025," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









