BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Februari 2025, perkembangan Indeks Harga Konsumen atau IHK di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan variasi yang mencolok. Dari empat kabupaten/kota yang dipantau, dua diantaranya mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y, sementara dua lainnya justru mencatatkan deflasi.
"Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan inflasi y-on-y tertinggi sebesar 1,00 persen, dengan IHK mencapai 107,19. Sementara itu, Sampit mengalami deflasi y-on-y terdalam sebesar 0,11 persen, dengan IHK sebesar 104,41," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 11 Maret 2025.
Tren inflasi dan deflasi ini mencerminkan dinamika ekonomi yang berbeda di setiap wilayah. Inflasi di Kapuas dipengaruhi oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran, sedangkan deflasi di Sampit disebabkan oleh penurunan harga pada sejumlah komoditas.
"Secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mencatatkan deflasi pada Februari 2025," katanya lagi.
Deflasi terdalam tercatat di Sampit dengan deflasi m-to-m sebesar 0,63 persen.
"Kabupaten Kapuas dan Kota Palangka Raya juga mengalami deflasi m-to-m yang cukup signifikan, masing-masing sebesar 0,58 persen dan 0,36 persen," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









