BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama ini berkembang persepsi bahwa mengonsumsi minyak sawit dapat menyebabkan kolesterol dan berbahaya bagi tubuh manusia. Padahal, asumsi ini hanyalah mitos belaka dan tidak berdasar pada fakta yang objektif.
"Kandungan dan nilai gizi dari minyak sawit ini memang seringkali dijadikan sebagai salah satu atribut kampanye negatif dalam persaingan bisnis minyak sawit global oleh pihak antisawit," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit, Eddy Abdurrachman pada Selasa, 11 Maret 2025.
Berdasarkan survei literatur yang dilakukan oleh PASPI (2017) dalam laporan berjudul Minyak Sawit Perbaiki Kolesterol dan Gula Darah? diketahui bahwa persepsi yang demikian berawal dari kampanye negatif yang dilakukan oleh American Soybean Association (ASA) pada tahun 1980.
Untuk memojokkan minyak nabati tropis khususnya minyak sawit yang mulai mengancam pasar minyak kedelai di seluruh dunia, ASA melancarkan propaganda yang menuduh minyak sawit mengandung kolesterol dan bahkan meminta pemerintah Amerika Serikat untuk melarang minyak nabati tropis masuk ke AS.
"Namun tuduhan tersebut tidak pernah terbukti oleh riset-riset ahli gizi dan kesehatan di berbagai negara," tegas Eddy.
Eddy menjelaskan bahwa kolesterol merupakan suatu lemak yang sebetulnya sangat penting untuk kesehatan tubuh, namun jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak seimbang maka menjadikan hal tersebut tidak sehat. Terdapat tiga fraksi lemak yang menentukan sehat atau tidaknya kadar kolesterol dalam tubuh, yakni kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein), kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein), dan asam lemak (trigliserida).
Umumnya, LDL dan trigliserida yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, HDL yang meningkat justru diinginkan dan baik untuk kesehatan (Muhilal, 1998; Hariyadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan, 2016) berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh PASPI pada tahun 2017.
Lantas, bagaimana dengan konsumsi minyak goreng sawit apakah menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh?
"Sejauh ini tak satupun ahli gizi di dunia yang pernah mengatakan bahwa minyak goreng dari nabati seperti minyak goreng sawit mengandung kolesterol," jelasnya.
Kolesterol hanya dihasilkan oleh hewan dan manusia, sedangkan tanaman tidak memiliki kemampuan menghasilkan kolesterol yang dirangkum dalam survei literatur yang dilakukan oleh PASPI.
PASPI dalam studi yang sama juga menemukan bahwa sudah banyak pembuktian atas mitos minyak sawit oleh para ahli gizi dan kesehatan. Ratusan hasil penelitian di dalam dan di luar negeri yang telah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional seperti American Journal of Clinic Nutrition dan Journal Nutrition Biochemistry telah menguji apakah konsumsi minyak goreng sawit meningkatkan kolesterol dalam tubuh.
Hasil penelitian di Indonesia yang dimuat dalam Jurnal Gizi Indonesia yang berjudul Sifat Hipokolesterolemik Minyak Sawit, Minyak Kedelai, dan Tempe telah membuktikan hal yang menarik. Konsumsi minyak sawit ternyata menurunkan LDL sebesar 21 persen dan menurunkan trigliserida 14 persen serta menaikkan HDL sebanyak 24 persen.
"Artinya, mengkonsumsi minyak sawit justru menurunkan kolesterol jahat dan sekaligus meningkatkan kolesterol baik sehingga bagus bagi kesehatan tubuh," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









