SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pada arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  telah bersiap untuk memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat.

“Dalam rangka kesiapsiagaan bidang kesehatan menghadapi arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri  diperlukan penyelenggaraan upaya kesehatan untuk melindungi masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Sabtu, 22 Maret 2025.

 Umar mengungkapkan upaya itu dalam bentuk penanggulangan penyakit menular dan tidak menular termasuk masalah kesehatan yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa, bencana/krisis kesehatan, serta dukungan keselamatan berkendara dan pelayanan kesehatan pada kecelakaan lalu lintas. 

Ia menjelaskan kesiapsiagaan tersebut juga sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan yaitu menyelenggarakan upaya kesehatan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi pergerakan masyarakat selama arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.

"Ada beberapa langkah yang diambil Dinas Kesehatan Kotim untuk memastikan kesiapsiagaan kesehatan itu," ucapnya. 

--page

Di antaranya, meningkatkan promosi kesehatan.  Dinas Kesehatan Kotim  akan meningkatkan peran tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku di wilayah masing-masing untuk melaksanakan komunikasi, informasi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sehari-hari termasuk pada libur Hari Raya Idul Fitri Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi dan kegiatan promosi kesehatan lain.

"Kami juga akan menyelenggarakan pos pelayanan kesehatan di empat belas titik jalan lintas provinsi dan kabupaten," sebutnya. 

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan lintas sektor antaralain kepolisian, Dinas Perhubungan  dalam menentukan lokasi Pos Pelayanan Kesehatan termasuk pada lokasi rawan kecelakaan dan lokasi wisata yang padat pengunjung.

"Kami akan membentuk tim. Karena pos pelayanan kesehatan akan beroperasi 24 jam yang dibagi dalam beberapa shift dengan tenaga petugas yang terdiri dari dokter, perawat, dan pengemudi ambulans," ucapnya. 

Tidak hanya itu, Dinkes Kotim juga akan  menyiagakan Puskesmas dan Rumah Sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan dan penanganan lebih lanjut diantaranya pelayanan di rumah sakit sesuai dengan ketentuan yaitu  UGD 24 jam, kemudian pelayanan rawat inap sesuai ketentuan. 

--page

Sementara  untuk Puskesmas selama masa cuti bersama tetap  memberikan pelayanan dengan pengaturan shift serta untuk hari libur Lebaran Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan UGD 24 jam tetap memberikan pelayanan. 

"Dinas Kesehatan Kotim akan mengoptimalkan koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan, termasuk penyediaan tenaga medis, obat-obatan, serta fasilitas kesehatan lainnya yang dibutuhkan untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik," tambahnya. (DEVIANA/y)