PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP memperkuat strategi promosi sawit Indonesia melalui berbagai kegiatan internasional.

Upaya ini mencakup penguatan hubungan dengan negara-negara importir utama, partisipasi dalam misi dagang untuk memperluas pasar ekspor, serta litigasi dan advokasi terhadap diskriminasi terhadap produk sawit di kancah global.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, BPDP turut mendukung proses litigasi dalam sengketa antara Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa terkait regulasi RED II yang dianggap mendiskriminasi sawit. Sengketa yang dikenal sebagai DS 593 WTO tersebut berhasil dimenangkan oleh Pemerintah Indonesia.

"BPDP turut memberikan dukungan pendanaan atas proses litigasi dalam sengketa Pemerintah RI dan Uni Eropa terkait regulasi RED II yang mendiskriminasi sawit, dimana dalam sengketa ini, Pemerintah RI memenangkan gugatan yang ada," jelas Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana sekaligus Plt Direktur Kemitraan BPDP, Kabul Wijayanto dalam rilisnya pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Selain langkah litigasi, BPDP juga berfokus pada kampanye positif serta peningkatan media coverage di media internasional. Aktivitas ini dilakukan untuk mendukung citra sawit Indonesia sebagai produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dukungan terhadap berbagai event skala internasional juga menjadi salah satu strategi untuk memperkuat posisi sawit Indonesia di pasar dunia.

Berbagai aktivitas promosi tersebut dirancang sesuai dengan strategi komunikasi "Sawit Baik" yang telah disusun oleh BPDP. Strategi ini bertujuan untuk menonjolkan manfaat sawit secara global dan memperkuat kerja sama internasional dalam industri kelapa sawit.

"Seluruh aktivitas promosi ini mengacu pada strategi komunikasi promosi Sawit Baik yang telah disusun oleh BPDP, dan akan dilanjutkan di tahun 2025," tambah Kabul Wijayanto.

Melalui langkah-langkah ini, BPDP berharap dapat mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit Indonesia sekaligus menghadapi tantangan diskriminasi terhadap sawit. Keberhasilan sengketa di WTO juga menjadi salah satu kemenangan strategis yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di sektor ini.

Dengan dukungan yang terus berlanjut, BPDP optimistis bahwa sawit Indonesia akan semakin diterima di pasar internasional dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk menegaskan posisi sebagai pemain utama dalam industri kelapa sawit global. (TESTI PRISCILLA/H)