PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan yang berada di Kalimantan Tengah tercatat mengalami penurunan signifikan pada Januari 2025. Nilai ekspor mencapai US$57,12 juta, menurun kontribusinya dari 21,74 persen pada Desember 2024 menjadi 19,21 persen. Kondisi ini mencerminkan penurunan aktivitas ekspor dibanding bulan sebelumnya.

"Pelabuhan Kumai, Pulang Pisau, dan Sampit merupakan tiga pelabuhan utama yang mendukung aktivitas ekspor di Kalimantan Tengah selama Januari 2025. Pelabuhan Kumai mencatat nilai ekspor tertinggi sebesar US$52,57 juta, sementara Pelabuhan Pulang Pisau mencapai US$3,19 juta dan Pelabuhan Sampit sebesar US$1,36 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 26 Maret 2025.

Di sisi lain, layanan ekspor melalui pelabuhan yang terletak di provinsi lain menyumbang nilai sebesar US$240,28 juta (80,79 persen). Pelabuhan Banjarmasin menjadi pelabuhan dengan kontribusi terbesar, yakni mencapai US$196,86 juta atau 81,93 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah.

"Dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai ekspor melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah mencatat penurunan sebesar 7,09 persen, dari US$90,73 juta menjadi US$57,12 juta," katanya.

Secara year on year, nilai layanan ekspor melalui provinsi lain pada Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 27,41 persen dibanding Januari 2024, dari US$326,49 juta menjadi US$240,28 juta. Selanjutnya, layanan ekspor melalui provinsi lain secara year to year mengalami penurunan di beberapa pelabuhan utama kecuali Pelabuhan Satui Kalimantan Selatan), Tanjung Perak Jawa Timur dan Tanjung Priok DKI Jakarta.

--page

"Layanan ekspor melalui provinsi lain yang mengalami penurunan tertinggi secara year on year terjadi di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang mengalami penurunan sebesar US$63,99 juta atau turun sebesar 24,53 persen," jelas Agnes.

Terjadi penurunan layanan ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah sebesar US$4,36 juta (atau turun 7,09 persen, utamanya diakibatkan oleh menurunnya aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai senilai US$4,01 juta atau turun 7,09 persen.

"Kondisi yang sama juga terjadi untuk layanan ekspor melalui provinsi lain yang mengalami penurunan sebesar US$90,74juta (turun 18,01 persen). Penurunan ini utamanya disumbang oleh penurunan layanan ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang turun senilai US$63,99 juta turun 24,53 persen," terangnya. (TESTI PRISCILLA/Y)