BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Januari 2025, frekuensi kunjungan kapal laut di seluruh pelabuhan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 0,67 persen dibanding Desember 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan kapal yang sebelumnya mencapai 749 kunjungan kini menurun menjadi 744 kunjungan.
"Penurunan terjadi di beberapa pelabuhan utama, terutama terjadi di Pelabuhan Kumai sebanyak 36 kunjungan," kata Agnes pada Rabu, 25 Maret 2025.
Selain itu, Pelabuhan Sukamara mengalami penurunan sebanyak 8 kunjungan, dan Pelabuhan Kuala Pembuang turun sebanyak 6 kunjungan.
"Angka ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah tersebut," ujar Agnes.
Meskipun terjadi penurunan di beberapa pelabuhan, frekuensi kunjungan kapal laut meningkat di Pelabuhan Sampit sebanyak 23 kunjungan, Pelabuhan Pulang Pisau sebanyak 15 kunjungan, dan Pelabuhan Pangkalan Bun sebanyak 7 kunjungan. Menurut Agnes, peningkatan tersebut menunjukkan adanya aktivitas transportasi yang lebih tinggi di pelabuhan-pelabuhan tersebut.
Berdasarkan analisis BPS, perubahan frekuensi kunjungan kapal laut ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, permintaan barang dan jasa, serta perencanaan logistik di wilayah Kalimantan Tengah.
"Perlu pengamatan lebih lanjut untuk memahami penyebab spesifik di setiap pelabuhan," katanya.(TESTI PRISCILLA/H)









