BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah penumpang kapal pada bulan Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 4,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 31.907 orang pada Desember 2024 menjadi 30.446 orang.
"Penurunan ini terutama terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat, yang tercatat turun hingga 26,99 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 25 Maret 2025.
Agnes menjelaskan bahwa penurunan jumlah penumpang yang signifikan ini menunjukkan adanya pergeseran aktivitas transportasi laut di wilayah Kalimantan Tengah.
"Kami melihat penurunan yang cukup besar dalam jumlah penumpang yang berangkat, hal ini tentunya menjadi perhatian untuk memahami faktor penyebabnya," ujarnya.
Sementara itu, volume arus barang yang menggunakan moda transportasi kapal juga mengalami penurunan sebesar 11,68 persen.
"Data menunjukkan bahwa volume arus barang turun dari 2,07 juta ton pada Desember 2024 menjadi 1,83 juta ton pada Januari 2025," katanya.
Menurut Agnes, penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya volume barang yang dimuat sebesar 16,73 persen, meskipun ada kenaikan volume bongkar barang sebesar 11,74 persen.
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa fluktuasi arus barang ini merupakan cerminan dari dinamika perekonomian yang berlangsung di wilayah Kalimantan Tengah.
Kenaikan volume bongkar barang menunjukkan adanya aktivitas importasi atau penerimaan barang dari luar wilayah, sementara penurunan volume muat barang dapat mengindikasikan berkurangnya ekspor atau pengiriman barang ke wilayah lain. (TESTI PRISCILLA/H)









