BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan perkembangan jasa transportasi angkutan laut di provinsi ini pada bulan Januari 2025.
"Dibandingkan dengan Januari 2024, frekuensi kunjungan kapal mengalami peningkatan sebesar 9,90 persen, dari 677 kunjungan menjadi 744 kunjungan. Angka ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas transportasi laut meskipun kondisi lainnya menunjukkan tren penurunan," kata Agnes pada Rabu, 25 Maret 2025.
Namun, peningkatan frekuensi kapal tidak diikuti oleh peningkatan jumlah penumpang.
“Jumlah penumpang justru turun secara signifikan sebesar 21,14 persen dibandingkan Januari tahun lalu,” ungkap Agnes.
Penurunan ini terlihat baik pada jumlah penumpang berangkat yang turun 32,50 persen, maupun jumlah penumpang datang yang turun 10,81 persen.
"Di sisi lain, volume arus barang yang melewati pelabuhan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif," katanya.
Volume barang mencatat peningkatan sebesar 18,95 persen dibandingkan Januari 2024, dengan muat barang meningkat tajam hingga 33,37 persen.
“Peningkatan ini menunjukkan efisiensi transportasi laut dalam mendukung distribusi barang,” Agnes menegaskan.
Dari data ini, pelabuhan di Kalimantan Tengah semakin memainkan peran penting dalam distribusi barang dibandingkan mobilitas penumpang. Agnes menyebutkan bahwa fokus pada pengelolaan logistik menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi regional.
“Frekuensi kunjungan kapal yang meningkat adalah indikasi positif bahwa pelabuhan Kalimantan Tengah terus berkembang sebagai hub transportasi laut,” tambah Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









