BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) memantau kesehatan para sopir angkutan umum di Terminal Patih Rumbih guna memastikan mereka dalam kondisi prima saat mengemudi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan, tekanan darah tinggi, atau penggunaan narkoba.
Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nugroho Kuncoro Yudho, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi tekanan darah, gula darah, dan tes narkoba.
"Ada beberapa sopir yang tekanan darahnya cukup tinggi dan gula darah cukup tinggi. Ini rawan mengalami gangguan terhadap organ lainnya. Artinya kalau tekanan darah jika kelelahan bisa terjadi pemecahan pembuluh darah bahkan stroke. Kami sarankan mereka cukup istirahat dan melakukan aktivitas fisik ringan saat menunggu penumpang agar tidak kaku dan stres," jelas Nugroho, Kamis, 27 Maret 2025.
Sopir yang menempuh perjalanan jauh, dari Sampit hingga ke Banjarmasin, sangat rentan mengalami peningkatan tekanan darah akibat kelelahan. Selain itu, konsumsi suplemen berlebihan juga bisa memicu lonjakan gula darah.
Untuk mencegah hal tersebut, Dinkes Kotim menyarankan para sopir untuk memperbanyak minum air putih untuk menjaga kestabilan tekanan dan gula darah.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes Kotim juga melakukan tes narkoba terhadap sopir bus. Penggunaan narkoba saat mengemudi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan hilang kendali dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Kami khawatir jika ada sopir yang mengonsumsi narkoba, mereka tidak bisa mengendalikan diri di jalan. Oleh karena itu, tes narkoba ini penting untuk menjamin keselamatan penumpang," tandas Nugroho.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kotim dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, terutama menjelang Lebaran Idulfitri 2025. Dengan pemeriksaan kesehatan yang ketat, diharapkan perjalanan mudik bisa berlangsung lancar tanpa insiden yang membahayakan. (DEWI PATMALASARI/j)









