BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan bahwa pada tahun 2025, BPDP menargetkan 27.000 peserta untuk program pengembangan SDM perkebunan. Rincian target tersebut mencakup 4.000 penerima beasiswa, 15.000 peserta pelatihan kelapa sawit, 3.000 peserta pelatihan perkebunan kakao, dan 5.000 peserta pelatihan perkebunan kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikannya pula dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI.
"Pada tahun 2024, BPDP telah menyalurkan dana sebesar Rp314,355 miliar untuk pengembangan sumber daya manusia," kata Eddy dalam rilisnya pada Rabu, 2 April 2025.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan, pelatihan, serta penelitian yang berfokus pada sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. BPDP juga meningkatkan jumlah penelitian yang didukungnya, dari target awal 100 penelitian menjadi 165 penelitian dengan total anggaran Rp114,970 miliar.
"BPDP menekankan bahwa penelitian yang mereka dukung bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi, keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan produk berbasis kelapa sawit yang bernilai tambah tinggi," tuturnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mendukung industri perkebunan yang kompetitif dan ramah lingkungan.
Sejak tahun 2016, BPDP telah memberikan beasiswa kepada 9.265 orang, dengan sekitar 3.400 di antaranya telah menyelesaikan pendidikan di berbagai program seperti D1, D2, D3, dan D4. Selain itu, BPDP juga mencatatkan capaian program pelatihan dengan total 21.366 peserta dari tahun 2016 hingga 2024.
"Beasiswa yang disediakan oleh BPDP mencakup berbagai fasilitas, termasuk biaya pendidikan penuh, uang saku, uang buku, transportasi pulang-pergi dari rumah ke kampus, magang di perkebunan besar, sertifikat kompetensi, serta biaya wisuda," jelasnya.
Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung peserta dalam menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan keterampilan di sektor perkebunan.
Ke depan, BPDP berencana untuk menambah jumlah lembaga pendidikan penyelenggara beasiswa perkebunan. BPDP juga akan memperluas kegiatan fasilitasi, penyuluhan, serta pendampingan kepada pekebun guna memastikan program pengembangan SDM berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi sektor perkebunan di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/j)









