BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit sedang melakukan seleksi calon lembaga pendidikan baru untuk program Sumber Daya Manusia atau SDM Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program beasiswa di masa mendatang. Program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan SDM di sektor kelapa sawit Indonesia.
"Terdapat lima jalur yang tersedia bagi calon pendaftar beasiswa ini. Dengan beragamnya jalur ini, beasiswa ini berusaha mencakup berbagai kelompok masyarakat yang terlibat di sektor ini," kata Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar pada Rabu, 2 April 2025.
Jalur tersebut mencakup pekebun dan keluarga mereka, karyawan atau pekerja di usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit, keluarga karyawan, pengurus atau anggota koperasi yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Proses pendaftaran beasiswa SDM Sawit dijelaskan secara rinci di laman resmi https://www.beasiswasdmsawit.id/. Secara umum, alur pendaftaran meliputi langkah-langkah pendaftaran, login menggunakan ID dan PIN yang telah diperoleh, finalisasi data, dan pemeriksaan status kelulusan administrasi. Setiap calon peserta diminta memastikan kebenaran data sebelum proses finalisasi.
"Beasiswa ini menawarkan berbagai fasilitas, termasuk biaya pendidikan penuh, uang saku, uang buku, sertifikat kompetensi, serta biaya transportasi pulang-pergi dari rumah ke kampus," katanya.
Selain itu, penerima beasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk magang di perkebunan besar dan fasilitas pendukung lainnya, seperti biaya wisuda.
"Perkebunan Sejak 2016, BPDP telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 9.000 orang dan menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi puluhan ribu peserta," jelas Arfie lagi.
Melalui program ini, lanjutnya, BPDP terus berupaya meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan kelapa sawit, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan keterampilan.
"Pada tahun 2025, BPDP menargetkan peningkatan jumlah penerima beasiswa hingga 4.000 orang, naik 33 persen dari tahun sebelumnya," tuturnya.
Selain itu, program pelatihan dan pendampingan bagi pekebun juga terus diperluas. Dengan demikian, BPDP berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan sektor kelapa sawit di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/j)









