BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi bulanan di Kalimantan Tengah dipengaruhi oleh sejumlah komoditas yang mencatatkan kenaikan harga. Tarif listrik menjadi penyumbang terbesar dengan andil sebesar 1,30 persen terhadap inflasi. Selain itu, cabai rawit memberikan kontribusi sebesar 0,15 persen, diikuti oleh bawang merah dengan andil 0,08 persen.
"Komoditas lain seperti emas perhiasan dan mie kering instan masing-masing menyumbang 0,04 persen dan 0,03 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti yang menyampaikan berita resmi statistik didampingi Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko pada Selasa, 8 April 2025.
Komoditas pangan seperti cabai rawit dan bawang merah mencerminkan tantangan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di wilayah ini.
"Perubahan harga pada komoditas ini sering kali dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi. Sementara itu, kenaikan tarif listrik yang signifikan menggarisbawahi pentingnya pemantauan kebijakan harga energi," terang Agnes.
Namun, meskipun secara keseluruhan mengalami inflasi, ada beberapa komoditas yang mencatatkan penurunan harga atau deflasi. Daging ayam ras menjadi komoditas utama yang memberikan andil deflasi sebesar 0,16 persen. Penurunan ini dapat memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah.
--page
"Sayuran seperti bayam dan kangkung juga berkontribusi terhadap deflasi, masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,01 persen. Selain itu, harga ikan nila dan ikan peda menunjukkan tren menurun dengan kontribusi deflasi masing-masing sebesar 0,02 persen. Penurunan harga pada komoditas ini memberikan keseimbangan terhadap kenaikan harga pada kategori lain," jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan dinamika ekonomi di Kalimantan Tengah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola konsumsi masyarakat dan perubahan harga komoditas tertentu. Penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan harga ini agar inflasi tetap terkendali.
Dalam menghadapi tantangan ini, langkah-langkah strategis seperti menjaga pasokan pangan, memperbaiki distribusi, dan menstabilkan harga energi menjadi prioritas. Upaya ini diperlukan untuk melindungi daya beli masyarakat dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)









