BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,98 persen pada Maret 2025. Indeks harga kelompok ini naik dari 102,37 pada Maret 2024 menjadi 104,40 pada periode yang sama tahun ini.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa kenaikan ini didorong oleh sejumlah komoditas penting di subkelompok pakaian.
Menurut Agnes, subkelompok pakaian mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 2,53 persen, sementara subkelompok alas kaki justru mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.
"Peningkatan pada subkelompok pakaian ini menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di kelompok pakaian dan alas kaki secara keseluruhan," jelas Agnes yang menyampaikan berita resmi statistik didampingi Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko pada Selasa, 8 April 2025.
Kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil sebesar 0,08 persen terhadap total inflasi y-on-y Maret 2025 di Kalimantan Tengah. Komoditas yang dominan dalam memberikan kontribusi inflasi y-on-y meliputi baju muslim wanita, baju muslim anak, baju anak setelan, daster, celana panjang jeans pria, ongkos jahit, baju muslim pria, serta ongkos binatu atau laundry, masing-masing sebesar 0,01 persen.
--page
Selain itu, kelompok ini juga memberikan andil sebesar 0,05 persen terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m di bulan yang sama.
Agnes menjelaskan, komoditas seperti baju muslim wanita, baju anak setelan, baju muslim anak, celana panjang jeans pria, dan baju muslim pria menjadi faktor utama yang menyumbang angka tersebut, dengan kontribusi masing-masing sebesar 0,01 persen.
Meski kelompok pakaian mencatat inflasi, subkelompok alas kaki yang mengalami deflasi memberikan sedikit penurunan tekanan terhadap angka inflasi keseluruhan.
"Deflasi pada alas kaki menunjukkan adanya dinamika harga di subkelompok ini yang patut diperhatikan lebih lanjut," tambah Agnes.
BPS Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan harga di berbagai sektor untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi inflasi di provinsi ini.
"Informasi ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan ekonomi dan perdagangan di Kalimantan Tengah," pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)









