PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok transportasi di Provinsi Kalimantan Tengah pada Maret 2025 mencatat deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,50 persen, dengan indeks harga turun dari 111,05 pada Maret 2024 menjadi 110,49 pada Maret 2025.

Penurunan indeks ini mencerminkan adanya perubahan signifikan dalam pola konsumsi dan harga pada sektor transportasi selama periode tersebut.

"Dari empat subkelompok yang terdapat dalam kelompok transportasi, hanya satu yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 10,85 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti dalam penyampaian berita resmi statistik kemarin.

Sebaliknya, tiga subkelompok lainnya menunjukkan inflasi y-on-y, yaitu pembelian kendaraan sebesar 2,59 persen, pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 0,83 persen, dan jasa pengiriman barang sebesar 0,64 persen.

"Secara keseluruhan, kelompok transportasi pada Maret 2025 memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen," katanya.

Komoditas utama yang berkontribusi terhadap deflasi ini adalah angkutan udara dengan sumbangan sebesar 0,15 persen, dan bensin yang menyumbang sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, komoditas lain memberikan andil inflasi y-on-y pada kelompok transportasi. Pemeliharaan dan service, pelumas atau oli mesin, serta sepeda motor masing-masing memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,03 persen. Selain itu, perbaikan ringan dan sepeda masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.

"Kelompok transportasi juga mencatat andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,02 persen pada Maret 2025," jelasnya.

Komoditas yang dominan dalam memberikan kontribusi inflasi m-to-m adalah angkutan udara dan pelumas atau oli mesin, masing-masing sebesar 0,01 persen.

Perubahan indeks pada kelompok transportasi ini menunjukkan pengaruh berbagai faktor ekonomi, termasuk harga komoditas dan pola konsumsi masyarakat. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami implikasi perubahan ini terhadap perekonomian Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)