PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mencatat kenaikan Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan sebesar 0,29 persen pada Maret 2025, mencapai angka 135,52 dibandingkan 135,13 pada Februari 2025. Data ini diperoleh berdasarkan pemantauan harga-harga di wilayah perdesaan, menunjukkan tren positif dalam sektor pertanian daerah.

Kenaikan NTP ini terutama dipicu oleh peningkatan indeks harga hasil produksi pertanian atau It, yang berhasil melampaui kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib. Kenaikan pada It memberikan keuntungan lebih besar bagi para petani, meskipun ada peningkatan biaya yang mereka tanggung.

Faktor utama di balik kenaikan Ib adalah kenaikan dua indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok konsumsi rumah tangga petani atau KRT dan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal atau BPPBM. Peningkatan ini mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi dan biaya hidup di pedesaan.

"Beberapa subsektor turut berkontribusi terhadap kenaikan NTP ini. Subsektor Hortikultura mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 5,56 persen, diikuti oleh subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dengan kenaikan 0,20 persen, serta subsektor Peternakan sebesar 0,23 persen. Ketiga subsektor ini menjadi pendorong utama perbaikan kondisi ekonomi petani di daerah," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Kamis, 10 April 2025.

Data ini menunjukkan bahwa subsektor Hortikultura memberikan kontribusi terbesar, mencerminkan peningkatan permintaan atau harga produk hortikultura di pasar. Sementara itu, subsektor perkebunan rakyat dan peternakan meskipun mencatat kenaikan lebih kecil, tetap memberikan dampak positif bagi NTP secara keseluruhan.

--page

"Kenaikan NTP pada Maret 2025 ini menjadi indikator penting bagi kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah," jelasnya.

Hal ini mencerminkan peningkatan pendapatan petani dari hasil produksi pertanian mereka yang mampu menutupi kenaikan biaya hidup dan produksi. Pemerintah daerah diharapkan terus mendukung stabilitas dan keberlanjutan sektor pertanian ini.(TESTI PRISCILLA/Y)