BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui Indeks harga konsumen petani desa atau Ib, dapat diamati fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani. Petani merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan, sehingga Ib menjadi indikator penting dalam menggambarkan kesejahteraan dan daya beli mereka. Tidak hanya itu, Ib juga mencerminkan harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian, yang berpengaruh langsung pada aktivitas pertanian.
"Pada bulan Maret 2025, nilai Ib mengalami kenaikan sebesar 1,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 125,60 pada Februari 2025 menjadi 127,27," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Kamis, 10 April 2025.
Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan biaya yang dialami masyarakat pedesaan, khususnya petani, baik dari segi kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan produksi.
"Subsektor pertanian menjadi penyumbang utama dalam kenaikan nilai Ib pada bulan tersebut. Tanaman Pangan mencatatkan kenaikan sebesar 1,35 persen, Hortikultura sebesar 1,47 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,37 persen, Peternakan 1,08 persen, dan subsektor Perikanan mencatatkan kenaikan sebesar 1,12 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga pada komoditas-komoditas terkait," tuturnya.
Faktor-faktor penyebab kenaikan harga pada subsektor-sektor tersebut masih dalam analisis lebih lanjut. Namun, kemungkinan besar kenaikan harga dipengaruhi oleh perubahan permintaan pasar, biaya transportasi, serta kondisi cuaca yang memengaruhi produksi komoditas pertanian. Hal ini mendorong kebutuhan evaluasi kebijakan untuk menjaga stabilitas harga.
Bagi para petani, kenaikan ini memiliki dampak ganda. Di satu sisi, mereka menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi, di sisi lain ada peluang untuk meningkatkan pendapatan jika harga jual hasil pertanian juga naik. Namun, risiko ketimpangan antara kenaikan biaya dan pendapatan harus terus dipantau untuk memastikan kesejahteraan petani tidak terancam.
--page
"Secara keseluruhan, perkembangan nilai Ib pada Maret 2025 menjadi perhatian penting bagi pengambil kebijakan dan pelaku ekonomi di wilayah pedesaan. Dengan memahami fluktuasi ini, diharapkan langkah-langkah strategis dapat diambil untuk menjaga keseimbangan antara biaya dan pendapatan bagi masyarakat pedesaan, khususnya petani," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









