PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mencatatkan tren positif dalam Nilai Tukar Petani atau NTP selama awal tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, NTP mengalami peningkatan dari 133,78 pada Januari 2025 menjadi 135,52 pada Maret 2025.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan bahwa kinerja petani di Kalimantan Tengah terus membaik dalam aspek ekonomi selama periode tersebut.

"Peningkatan ini tidak lepas dari kontribusi Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, yang mencatatkan NTP tertinggi di Kalimantan Tengah pada Maret 2025," kata Agnes pada Jumat, 11 April 2025.

Berdasarkan data yang tersedia, NTP subsektor ini mencapai angka 164,22, menunjukkan daya tukar yang sangat tinggi dibandingkan subsektor lainnya. Agnes menekankan bahwa kekuatan subsektor ini menjadi pendorong utama kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

"Selain Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, subsektor lain turut menunjukkan kontribusinya meskipun dengan nilai tukar yang lebih rendah," katanya.

--page

Subsektor Hortikultura mencatat NTP sebesar 117,23, yang masih menunjukkan stabilitas dan potensi pertumbuhan. Sementara itu, Subsektor Peternakan, Perikanan, dan Tanaman Pangan masing-masing mencatat NTP sebesar 99,79; 98,37; dan 97,22. Data ini menunjukkan keberagaman performa subsektor pertanian di Kalimantan Tengah.

Agnes Widiastuti juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas sebagai faktor kunci dalam mempertahankan tren positif NTP. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan petani dalam pengelolaan subsektor tanaman perkebunan rakyat telah menjadi salah satu strategi yang berhasil dalam mendukung kinerja ekonomi lokal.

Dengan pencapaian ini, Kalimantan Tengah menunjukkan potensi besar dalam subsektor pertanian, khususnya tanaman perkebunan rakyat. Agnes mengharapkan pemerintah dan masyarakat dapat terus bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan keberlanjutan pertanian yang ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, perkembangan positif NTP di Kalimantan Tengah selama tiga bulan pertama tahun 2025 mencerminkan efisiensi dan produktivitas yang semakin membaik dalam sektor pertanian. Dengan terus mendorong kolaborasi dan inovasi, potensi kesejahteraan petani di wilayah ini diharapkan akan semakin meningkat. (TESTI PRISCILLA/Y)