BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menegaskan bahwa aturan ekspor terbaru yang diterapkan Amerika Serikat tidak berdampak langsung pada aktivitas ekspor dari Kalimantan Tengah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Amerika Serikat bukanlah salah satu negara tujuan utama ekspor dari provinsi tersebut.
"Pada Februari 2025, negara-negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah adalah Jepang, Korea Selatan, dan India, dengan kontribusi masing-masing sebesar 33,21 persen, 12,75 persen, dan 11,65 persen terhadap total ekspor jadi pengaruh dari aturan Amerika Serikat itu tidak banyak pengaruhnya untuk Kalteng terkhusus ya," kata Agnes pada Selasa, 15 April 2025.
Agnes menyampaikan bahwa fokus Kalimantan Tengah saat ini adalah memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara tujuan utama, seperti Jepang yang mencatat nilai ekspor sebesar US$100,46 juta pada Februari 2025. Korea Selatan dan India juga terus menjadi mitra penting dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$38,58 juta dan US$35,25 juta. Sebaliknya, Amerika Serikat tidak masuk dalam daftar utama mitra dagang untuk ekspor Kalimantan Tengah.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun beberapa negara mengalami fluktuasi nilai ekspor, aturan ekspor ke Amerika Serikat tidak memengaruhi pola perdagangan provinsi ini. Sebagai contoh, peningkatan nilai ekspor terbesar terjadi pada negara seperti Vietnam, dengan lonjakan sebesar US$21,78 juta atau meningkat hingga 1.845,76 persen dibanding bulan sebelumnya. Jepang juga mencatatkan peningkatan sebesar US$18,38 juta, sementara ekspor ke Korea Selatan mengalami penurunan sebesar US$29,89 juta.
Ketika dibandingkan dengan Februari 2024, Kalimantan Tengah menghadapi penurunan nilai ekspor ke sejumlah negara besar, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Penurunan terbesar terjadi pada tujuan ekspor ke Tiongkok, yang turun sebesar US$77,30 juta atau 69,35 persen. Namun, peningkatan signifikan terlihat untuk tujuan Bangladesh, dengan nilai ekspor mencapai US$12,57 juta, serta Vietnam yang mengalami kenaikan sebesar US$7,50 juta.
--page
Agnes menekankan pentingnya diversifikasi pasar bagi Kalimantan Tengah untuk menghadapi dinamika global yang terus berubah.
"Dengan fokus pada negara-negara tujuan utama ekspor, seperti Jepang dan Vietnam, Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dan daya saing produk di pasar internasional," tutur Agnes lagi.
Provinsi Kalimantan Tengah tetap menjadi salah satu penyumbang utama ekspor nasional dengan karakteristik uniknya. Kendati aturan ekspor Amerika Serikat menjadi perhatian di tingkat global, provinsi ini menunjukkan bahwa pasar-pasar alternatif tetap memberikan potensi pertumbuhan yang kuat.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen pada hampir semua barang impor yang masuk ke AS. Di samping itu, Trump memberlakukan 'Tarif Timbal Balik' terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
"Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami," kata Trump saat mengumumkan langkah-langkah baru tersebut. (TESTI PRISCILLA/Y)









