BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor pasar modal di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah investor di sektor pasar modal mengalami kenaikan signifikan hingga Januari 2025. Hal ini diungkapkan oleh Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam Media Update Batang Garing atau Berbagi Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan, Sosialiasi Pengenalan Pasar Modal Indonesia dan Halal Bihalal bersama insan pers pada Rabu, 16 April 2025.
Memimpin kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menyampaikan sosialisasi pasar modal.
Primandanu juga menyoroti potensi positif dari tren peningkatan jumlah investor saham. "Jumlah Single Investor Identification atau SID untuk investor saham meningkat sebanyak 8.748 investor atau 8,87 persen secara year-on-year atau yoy," kata Danu.
Dengan peningkatan ini, lanjutnya, jumlah total investor saham yang sebelumnya tercatat sebanyak 98.598 pada Januari 2024, kini telah mencapai 107.346 investor pada Januari 2025.
--page
"Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap pasar modal sebagai salah satu opsi investasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, tetapi juga kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi investasi. Menurutnya, kehadiran edukasi literasi keuangan yang lebih masif dari berbagai pihak, termasuk OJK, menjadi salah satu pendorong utama peningkatan jumlah investor ini.
Primandanu juga menjelaskan bahwa sektor pasar modal memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur perekonomian daerah. Ia menilai, dengan semakin banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam investasi saham, roda perekonomian akan bergerak lebih dinamis.
"Kami terus mendorong agar masyarakat dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pengembangan keuangan mereka," tambahnya.
Selain itu, OJK Kalimantan Tengah juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui berbagai program sosialisasi dan pelatihan. Program ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami peluang sekaligus risiko berinvestasi di pasar modal.
"Kami ingin memastikan agar investasi dilakukan secara bijaksana dan berdasarkan informasi yang memadai," tegas Primandanu.
Dengan pencapaian ini, OJK Kalimantan Tengah optimis sektor pasar modal akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Ke depan, OJK akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan tren positif ini dapat berlanjut di masa mendatang.(TESTI PRISCILLA/Y)









