BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP berkomitmen mendukung kesejahteraan petani sawit rakyat serta masyarakat di sekitar perkebunan melalui berbagai program strategis.
Sebagai Badan Layanan Umum atau BLU di bawah naungan Kementerian Keuangan, BPDP mengemban tugas penting dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana guna meningkatkan kinerja sektor sawit Indonesia. Penyaluran dana ini dilakukan sesuai ketentuan Perpres Nomor 61 Tahun 2015 juncto Perpres Nomor 66 Tahun 2018 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa peran BPDP dalam sektor sawit tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan petani kecil atau smallholders.
"Kami percaya bahwa petani sawit rakyat adalah ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit. Oleh karena itu, kami fokus pada program yang mampu memperkuat peran mereka," ujar Eddy pada Kamis, 17 April 2025.
Salah satu program unggulan yang dijalankan BPDP adalah Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR. Program ini bertujuan membantu pekebun rakyat memperbaharui perkebunan kelapa sawit mereka dengan bibit unggul yang lebih berkelanjutan dan berkualitas. Selain meningkatkan produktivitas, PSR juga berkontribusi dalam mengurangi risiko pembukaan lahan ilegal, sesuai prinsip penggunaan lahan yang ramah lingkungan.
Selain PSR, BPDP juga memberikan perhatian besar pada penyediaan sarana dan prasarana perkebunan.
"Pelaksanaan program ini diarahkan pada wilayah yang memenuhi persyaratan teknis untuk pengembangan kelapa sawit, seperti daerah perbatasan, pasca-konflik, pasca-bencana, serta daerah tertinggal. Fokusnya adalah mendukung kebun rakyat agar lebih berdaya saing dan menggunakan benih bersertifikat," kata Eddy menjelaskan.
BPDP juga mengakui pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik serta keberadaan sumber daya manusia atau SDM yang kompeten untuk mendukung pengelolaan perkebunan rakyat. Untuk itu, BPDP bersama mitra strategis secara aktif memberikan pelatihan dan bantuan kepada petani sawit, termasuk program pendidikan yang bertujuan mencetak SDM unggul dalam industri kelapa sawit.
Dukungan BPDP kepada petani tidak berhenti di situ. Eddy menambahkan bahwa lembaga tersebut juga mengembangkan program penguatan kelembagaan petani sawit. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan akses finansial, tetapi juga pendampingan dan pendidikan agar mampu mengelola usaha perkebunan secara mandiri dan profesional.
Keberhasilan program BPDP telah memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani sawit rakyat. Eddy optimistis bahwa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sektor kelapa sawit Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
"Kami percaya bahwa dengan sinergi dan kerja keras, kita bisa mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan dan inklusif," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









