BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Pendanaan BPDP difokuskan pada wilayah dengan kebutuhan strategis, seperti daerah perbatasan, pasca-konflik, pasca-bencana, serta daerah tertinggal dan miskin.
"Kami juga memberikan perhatian khusus pada kebun sawit yang menggunakan benih tidak bersertifikat," kata Eddy dalam rilisnya pada Jumat, 18 April 2025.
Dalam rangka merealisasikan program ini, penyediaan sarana dan prasarana dilakukan melalui berbagai kelompok seperti kelompok tani, gapoktan, koperasi perkebunan, dan kelembagaan pekebun lainnya. Eddy menjelaskan bahwa target program meliputi peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, mutu hasil, dan nilai tambah produk sawit, serta sertifikasi ISPO yang lebih luas.
"Rencana program ini disusun untuk memastikan target output dan outcome tercapai," tambahnya.
Alokasi dana program sarpras ini sesuai dengan tiga regulasi utama, yakni Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2022, PMK Nomor 49 Tahun 2018, dan Keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 62 Tahun 2023. Eddy menegaskan bahwa sembilan jenis bantuan sarpras yang dapat diakses meliputi benih, pupuk, pestisida, hingga pembangunan infrastruktur pasar.
"Kami berharap semua bantuan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani," tegasnya.
Pada tahun 2024, BPDP mencatat telah menyalurkan Rp126,23 miliar dalam program sarana dan prasarana. Dana ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan petani sawit, mulai dari penyediaan alat pascapanen hingga pembangunan jalan akses ke pelabuhan.
"Pencapaian ini menunjukkan langkah konkret kami dalam mendukung petani," ujar Eddy.
Untuk tahun 2025, BPDP telah menetapkan target baru, salah satunya intensifikasi lahan dengan penyediaan pupuk dan pestisida. Eddy menekankan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong keberlanjutan.
"Kami percaya bahwa investasi pada petani adalah investasi pada masa depan sawit Indonesia," tutur Eddy.
Dengan strategi yang terarah dan dukungan regulasi, BPDP optimis mampu menghadirkan dampak positif yang signifikan bagi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di seluruh Indonesia. (TESTI PRISCILLA/H)









