BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang di wilayah tersebut mengalami kenaikan signifikan pada Februari 2025 dibandingkan Januari 2025.
"TPK hotel berbintang pada Januari mencapai 40,30 persen dan meningkat menjadi 46,79 persen pada Februari, mencatat kenaikan sebesar 6,49 poin," kata Agnes pada Sabtu, 19 April 2025.
Jika dilihat dari klasifikasi hotel berbintang, terjadi peningkatan pada hotel bintang satu, tiga, empat, dan lima masing-masing sebesar 5,23 poin, 10,21 poin, 6,05 poin, dan 36,10 poin. Namun, hotel bintang dua mengalami penurunan sebesar 5,28 poin.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya perkembangan positif di sektor perhotelan, khususnya di hotel berbintang dengan layanan lebih tinggi," jelas Agnes.
Di sisi lain, hotel non bintang menunjukkan penurunan tingkat penghunian kamar. Pada Januari 2025, TPK hotel non bintang mencapai 21,66 persen dan menurun menjadi 21,24 persen pada Februari, mengalami penurunan sebesar 0,42 poin.
Berdasarkan kelompok kamar, penurunan terjadi pada kelompok 10-24 kamar, 25-40 kamar, dan lebih dari 40 kamar, masing-masing sebesar 0,24 poin, 1,27 poin, dan 0,10 poin. Sementara itu, kelompok dengan kurang dari 10 kamar mencatat peningkatan TPK sebesar 0,81 poin.
Agnes juga menggarisbawahi bahwa dibandingkan Februari tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang tahun ini mengalami kenaikan sebesar 3,30 poin. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada hotel bintang satu, empat, dan lima dengan masing-masing peningkatan sebesar 19,63 poin, 0,42 poin, dan 31,17 poin.
"Namun, hotel bintang dua mengalami penurunan sebesar 1,79 poin, dan hotel bintang satu turun sebesar 2,12 poin," tuturnya.
Tidak hanya hotel berbintang, hotel non bintang juga mengalami perbaikan performa dibandingkan Februari tahun sebelumnya. TPK hotel non bintang menunjukkan kenaikan sebesar 0,05 poin. Peningkatan ini dicatat pada kelompok kamar kurang dari 10 dan kelompok 25-40 kamar, masing-masing sebesar 1,47 poin dan 0,97 poin. Namun, kelompok 10-24 kamar dan lebih dari 40 kamar mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,06 poin dan 1,97 poin.
"Data ini sangat penting untuk memahami dinamika sektor pariwisata dan perhotelan di Kalimantan Tengah. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut, terutama pada hotel berbintang yang menjadi indikator layanan kelas atas," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









