PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan penurunan frekuensi penerbangan sebesar 12,74 persen pada Februari 2025, dibandingkan Januari 2025.

"Jumlah penerbangan turun dari 1.162 menjadi 1.014 penerbangan. Transportasi udara memiliki peran vital bagi mobilitas dan ekonomi di wilayah ini," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 25 April 2025.

Meski terjadi penurunan bulanan, Agnes mengungkapkan bahwa frekuensi penerbangan pada Februari 2025 tetap lebih tinggi dibandingkan Februari 2024 dan 2023. Ia menyebut tren positif ini sebagai indikasi meningkatnya aktivitas transportasi udara secara tahunan.  

Penurunan frekuensi ini dipandang sebagai fenomena musiman, yang biasa terjadi setelah peningkatan kegiatan di awal tahun.

"Faktor seperti kondisi cuaca dan kebijakan penerbangan turut memengaruhi tren ini," jelas Agnes.

Menurut Agnes, data frekuensi penerbangan menjadi indikator penting untuk memahami dinamika ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah. Penurunan sementara ini diharapkan tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara signifikan, mengingat sektor logistik dan pariwisata tetap aktif.  

--page

Agnes juga menyoroti kemajuan dalam sektor transportasi udara yang ditunjukkan oleh peningkatan frekuensi penerbangan secara tahunan.

"Ini adalah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat," katanya.  

BPS Kalimantan Tengah terus mendorong kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk memperbaiki infrastruktur dan pelayanan transportasi udara demi mendukung pembangunan daerah. (TESTI PRISCILLA/y)