PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit menjadi sektor strategis yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan luas lahan sebesar 43.095 hektare yang tersebar di 10 kabupaten/kota, provinsi ini menghasilkan crude palm oil atau CPO sebanyak 105.781 ton. Sebagai salah satu daerah penghasil utama, Sulawesi Selatan memiliki 23.733 kepala keluarga petani kelapa sawit yang bergantung pada sektor ini.

Melihat potensi besar tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, yang berada di bawah Kementerian Keuangan, melaksanakan program strategis untuk meningkatkan kompetensi generasi muda.

"Melalui Program Beasiswa SDM Sawit, BPDP berupaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memahami prinsip keberlanjutan dan inovasi dalam industri sawit," kata Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar pada Sabtu, 26 April 2025.

Program ini menurut Artis telah berlangsung sejak tahun 2016, dengan total penerima beasiswa sebanyak 9.265 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.400 orang telah lulus dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga sarjana. Pada tahun 2025, BPDP meningkatkan alokasi beasiswa menjadi 4.000 penerima, naik 33 persen dari tahun sebelumnya.

"Untuk memperluas dampaknya, BPDP menyelenggarakan kegiatan edukasi interaktif di Sulawesi Selatan. Acara ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat lokal terhadap peluang dalam sektor kelapa sawit, sekaligus mengenalkan program beasiswa sebagai salah satu solusi untuk mengatasi tantangan minimnya tenaga kerja terampil di wilayah tersebut," katanya lagi.

Selain memberikan pendidikan, BPDP juga mendorong para penerima beasiswa untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya. Dengan bekal ilmu dan keterampilan, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri sawit yang berkelanjutan.

"Melalui berbagai upaya ini, BPDP berharap dapat mendukung penguatan kapasitas generasi muda Sulawesi Selatan. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun sektor sawit yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)