PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya penurunan jumlah penumpang angkutan udara di seluruh bandara di provinsi tersebut selama Februari 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan data ini dalam laporan bulanan terkait statistik transportasi udara.

Penurunan terbesar tercatat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, dengan jumlah penumpang berkurang 15,70 persen, dari 64.407 orang pada Januari 2025 menjadi 54.293 orang pada Februari 2025.

"Angka ini menunjukkan tren penurunan signifikan, khususnya di bandara utama provinsi," ujar Agnes pada Sabtu, 26 April 2025.

Di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, lanjutnya, penurunan juga cukup signifikan, mencapai 11,62 persen, dengan jumlah penumpang turun dari 40.016 orang menjadi 35.367 orang.

"Sementara itu, Bandara H. Asan di Kotawaringin Timur mencatat penurunan sebesar 8,86 persen, yaitu dari 10.660 orang menjadi 9.715 orang," jelas Agnes.

Selain itu, penurunan jumlah penumpang juga terjadi di bandara lainnya di Kalimantan Tengah, meskipun dalam persentase yang lebih kecil, yaitu sebesar 3,00 persen.

"Jumlah penumpang di bandara-bandara tersebut turun dari 4.073 orang menjadi 3.951 orang selama Februari 2025," kata Agnes.

Menurut Agnes, penurunan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penurunan aktivitas ekonomi di daerah tersebut atau kondisi cuaca yang memengaruhi perjalanan udara. Namun, ia menekankan pentingnya analisis lebih lanjut untuk memahami penyebab utama dari tren ini.

Agnes berharap laporan ini menjadi perhatian berbagai pihak untuk meningkatkan pelayanan dan aksesibilitas transportasi udara di Kalimantan Tengah ke depan.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan menyajikan data yang relevan sebagai bahan evaluasi bersama," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)