PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa lalu lintas barang yang menggunakan angkutan udara mengalami penurunan signifikan pada Februari 2025.

"Berdasarkan data terbaru, volume barang yang diangkut melalui angkutan udara turun sebesar 15,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata Agnes pada Senin, 28 April 2025.

Pada Januari 2025, lanjut Agnes, tercatat sebanyak 2.460 ton barang diangkut melalui jalur udara, sementara pada Februari 2025 angka tersebut menurun menjadi 2.071 ton.

Agnes menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak dari berbagai faktor, termasuk perubahan pola pengiriman barang di wilayah Kalimantan Tengah.

Ia menambahkan bahwa penurunan terjadi baik pada volume barang bagasi maupun non-bagasi, yang masing-masing mencatat penurunan signifikan.

"Barang bagasi yang dimuat dan dibongkar turun masing-masing sebesar 20,44 persen dan 16,99 persen, sementara barang non-bagasi mencatat penurunan sebesar 15,27 persen untuk muat dan 7,79 persen untuk bongkar," bebernya,

Dari sudut pandang wilayah, aktivitas angkutan udara di Provinsi Kalimantan Tengah masih terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut.

"Sebanyak 76,15 persen arus barang melalui jalur udara berasal dari bandara utama yang terletak di Palangka Raya, sementara sisanya terdistribusi ke bandara lain di Kalteng," katanya.(TESTI PRISCILLA/H)