SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah untuk segera melakukan normalisasi atau pengerukan alur sungai yang menghubungkan Kabupaten Kotim dan Kabupaten Katingan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim, Rody Kamislam, mengungkapkan bahwa alur sungai tersebut, yang dulunya pernah dikeruk menjadi tanggung jawab Pemprov Kalteng karena merupakan jalur lintas kabupaten. 

"Terusan (sungai) itu dulunya kerukan. Itu kewenangan pemerintah provinsi karena lintas kabupaten," ujarnya, Senin, 28 April 2025.

Rody menjelaskan, jalur sungai ini masih menjadi jalur vital bagi angkutan sungai yang melayani rute Sampit (Kotim) – Pegatan (Katingan) dan sebaliknya.  

"Tiap hari sekitar 50 kali. Ini lewat terusan dari Samuda menuju Mendawai, Katingan, 1,2, dan 3 serta Pegatan," sebutnya. 

Angkutan sungai ini berperan penting dalam menunjang perekonomian kedua kabupaten, dengan frekuensi hingga 50 kali pergerakan kapal per hari saat kondisi ramai.

Namun,  kondisi alur sungai yang dangkal saat musim kemarau menjadi kendala utama.  Kapal motor sering kandas, memaksa penumpang turun untuk mendorong kapal agar bisa kembali mengapung.

"Di kawasan itu pula pernah terjadi insiden tabrakan kapal motor hingga menimbulkan korban jiwa," ungkap Rody. 

Selain pengerukan, perluasan lebar alur sungai yang saat ini hanya sekitar dua meter juga dianggap penting untuk meningkatkan keamanan.  

Oleh sebab itu, pihaknya berharap Pemprov Kalteng segeral melakukan pengerukan sungai yang dikenal dengan Sungai Hantipan. Sehingga  arus lalu lintas kapal di jalur tersebut lancar. 

"Itu boleh saja dilebarkan untuk kepentingan umum. Dari Hantipan sampai ke Sungai Katingan sekitar dua jam kalau lancar, tapi kalau surut bisa lama, bahkan bisa kandas," jelasnya.

Aspirasi ini telah disampaikan Rody kepada DPRD Provinsi Kalimantan Tengah saat kunjungan kerja ke kantor Dishub Kotim beberapa waktu lalu. 

"Kami dari Dinas Perhubungan juga akan melakukan pengadaan rambu lalu lintas sungai. Kami akan bermohon sebagai deteksi dini agar kecelakaan bisa ditekan karena di terusan ini sangat minim rambu-rambunya," pungkas Rody. (DEVIANA/H)