PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor hasil tambang Kalimantan Tengah pada Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 3,24 persen dibanding Januari 2025.

"Nilainya turun dari US$236,50 juta menjadi US$228,84 juta," kata Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 29 April 2025.

Agnes mengatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh fluktuasi harga global. Komoditas tambang seperti batu bara, bijih zirconium, dan tantalum tetap menjadi andalan ekspor, meskipun menghadapi tekanan pasar.

"Perlunya diversifikasi pasar tujuan untuk mengurangi dampak dari perubahan harga di pasar internasional," pesannya.

Meskipun terjadi penurunan nilai, sektor tambang masih mendominasi ekspor Kalimantan Tengah dengan kontribusi sebesar 75,53 persen terhadap total nilai ekspor. Kondisi ini menunjukkan bahwa tambang tetap menjadi penopang utama ekonomi daerah.

"Strategi pemasaran yang lebih agresif untuk meningkatkan daya saing produk tambang Kalimantan Tengah juga penting dilakukan," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)