PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, selain mudah dibudidayakan, pengolahan kelapa sawit menawarkan keuntungan ekonomi yang sangat besar.

"Kelapa sawit tidak hanya memberikan nilai tambah di sektor agribisnis, tetapi juga membuka peluang besar bagi inovasi industri," kata Eddy dalam rilisnya pada Selasa, 29 April 2025.

Eddy menambahkan bahwa salah satu keunggulan kelapa sawit adalah kemampuannya menghasilkan dua jenis minyak nabati dari satu tanaman. Minyak ini diperoleh dari bagian sabut dan inti buah atau kernel kelapa sawit. Hal ini menjadikan kelapa sawit lebih unggul dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya.

Mengutip data dari PASPI (2025) melalui artikel berjudul Mengenal Kernel Sawit, Eddy menjelaskan bahwa kernel atau inti kelapa sawit merupakan biji yang terdapat di dalam kulit buah kelapa sawit. Kernel ini memiliki bentuk dan ukuran serupa dengan kacang almond dan dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti palm kernel oil atau PKO, yang sangat bermanfaat untuk industri pangan.

Minyak inti kelapa sawit memiliki karakteristik unik dibandingkan minyak sawit biasa.

"Minyak ini lebih kental dan padat, dengan titik lebur yang lebih rendah, tetapi memiliki komposisi mirip dengan minyak kelapa. Keunggulan ini membuat palm kernel oil banyak digunakan di berbagai aplikasi industri, termasuk makanan dan kosmetik," jelas Eddy.

Lebih lanjut, Eddy menekankan bahwa kernel mengandung sekitar 47-50 persen minyak inti kelapa sawit dengan kadar kelembapan sekitar 6 persen. Data ini menunjukkan potensi besar kernel sebagai bahan baku unggulan yang terus dikembangkan.

"Kami di BPDP akan terus mendorong penelitian dan inovasi untuk mengoptimalkan manfaat ini," tambahnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, kelapa sawit menjadi simbol keberlanjutan sektor agribisnis Indonesia. Menurut Eddy, pengelolaan yang bertanggung jawab akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa kelapa sawit terus menjadi aset strategis bagi perekonomian sekaligus lingkungan. (TESTI PRISCILLA/j)