BORNEONEWS,Sampit – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mengawal ketat penyaluran pupuk bersubsidi dan penyerapan gabah.
"Pupuk bersubsidi kuotanya juga sudah ditingkatkan oleh Presiden. Kami mohon dukungan pengawalan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi dan serap gabah karena ini kebijakan luar biasa Pak Presiden," tegas Direktur Alsintan Pascapanen Kementan, Muhammad Rizal Ismail, belum lama ini.
Itu ia ungkapkan saat menghadiri penanaman perdana padi di lahan program cetak sawah Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Rabu (30 April 2025).
Kementan tahun ini membantu cetak sawah di Kotim seluas 4.261 hektare. Rizal menekankan keseriusan Presiden dalam memperhatikan sektor pertanian, bukan hanya untuk ketahanan dan swasembada pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Jadi kami mengharapkan, baik cetak sawah maupun optimasi lahan ke depan, selain meningkatkan produksi beras nasional, juga untuk menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kotawaringin Timur," tambahnya.
--page
Pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi dinilai krusial agar tepat waktu dan sasaran, mengingat pemenuhan pupuk sangat berpengaruh pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Sementara itu, penyerapan gabah kering panen (GKP) di sentra pertanian oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Pemerintah daerah juga diharapkan berperan aktif memastikan kelancaran dan tepat sasarannya program-program tersebut, sehingga produksi padi petani kita baik," pungkasnya. (DEVIANA/Y)









