BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,61 persen secara month-to-month atau bulanan pada April 2025. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencerminkan pergerakan harga sejumlah komoditas utama di wilayah tersebut.
"Secara bulanan atau m-to-m Kalteng alami inflasi 0,61 persen, sementara year-on-year, inflasi mencapai 1,21 persen, lalu secara tahun kalender atau year-to-date, tercatat sebesar 1,29 persen," ujar Agnes dalam penyampaian berita resmi statistik pada Jumat, 2 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk permintaan tinggi terhadap bahan pangan serta biaya transportasi.
Menurut Agnes, sektor yang paling berkontribusi terhadap inflasi bulan April adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
"Kenaikan harga beras dan beberapa bahan pokok lainnya turut mendorong inflasi," jelasnya.
Selain itu, tarif angkutan udara dan harga bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap angka inflasi.
--page
Lebih lanjut, BPS Kalimantan Tengah mencatat bahwa tren inflasi ini masih dalam batas yang terkendali. "Meskipun terjadi peningkatan, inflasi tetap berada dalam kisaran yang dapat dimonitor secara baik oleh pemerintah daerah," kata Agnes.
Ia menekankan pentingnya strategi stabilisasi harga, terutama menjelang periode konsumsi tinggi pasca Idulfitri.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap harga pasar serta memastikan distribusi barang tetap lancar.
"Ketersediaan pasokan dan efisiensi distribusi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga," pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)









