PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah membeberkan sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi bulan April 2025. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa tarif listrik menjadi penyumbang terbesar dengan andil sebesar 0,60 persen, diikuti oleh emas perhiasan dengan 0,13 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan, antara lain tarif listrik sebesar 0,60 persen dan emas perhiasan sebesar 0,13 persen," kata Agnes pada Jumat, 2 Mei 2025.

Selain itu, beberapa bahan pangan seperti ikan gabus, kangkung, dan bayam juga memberikan andil terhadap inflasi, meskipun dalam jumlah kecil, masing-masing sebesar 0,02 persen.

"Kenaikan harga pada komoditas ini mencerminkan pola konsumsi masyarakat serta faktor distribusi yang mempengaruhi pergerakan harga," ujar Agnes dalam keterangannya.

Namun, di tengah laju inflasi, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi. Daging ayam ras menjadi komoditas dengan penurunan terbesar, memberikan andil deflasi sebesar 0,17 persen.

--page

"Penurunan harga daging ayam ras ini dipengaruhi oleh pasokan yang cukup melimpah di pasaran," jelas Agnes.

Selain itu, bahan bakar rumah tangga juga mengalami penurunan harga dengan andil deflasi 0,04 persen, diikuti oleh tarif angkutan udara sebesar 0,03 persen. Penurunan harga bensin dan rampela hati ayam masing-masing juga memberikan dampak terhadap angka inflasi, dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

Agnes menegaskan bahwa pergerakan harga yang terjadi masih dalam batas terkendali, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi inflasi.

"Strategi stabilisasi harga dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan guna menjaga daya beli masyarakat," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)