PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi sebesar 0,61 persen secara month-to-month atau m-to-m pada April 2025. Dua faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan harga adalah normalisasi tarif listrik serta lonjakan harga emas perhiasan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa inflasi listrik terjadi setelah berakhirnya masa diskon tarif selama dua bulan bagi pelanggan pascabayar atau non-token.

"Kembalinya tarif listrik ke harga normal memberikan andil inflasi yang cukup besar, yaitu sebesar 0,60 persen pada bulan ini," ujar Agnes pada penyampaian berita resmi statistik pada Jumat, 2 Mei 2025.

Pemulihan tarif ini memengaruhi pengeluaran rumah tangga yang sebelumnya menikmati diskon, sehingga meningkatkan tekanan inflasi di sektor energi.

Sementara itu, harga emas perhiasan mengalami kenaikan tajam di tengah ketidakpastian ekonomi global. Agnes menyebut bahwa volatilitas pasar dan meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven menjadi pemicu utama lonjakan harga.

--page

"Harga emas perhiasan yang terus meningkat memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,13 persen. Ketidakpastian kondisi perekonomian dunia mendorong investor dan masyarakat untuk beralih ke emas, sehingga meningkatkan permintaan dan memicu kenaikan harga," jelasnya.

Secara year-on-year atau y-on-y, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 1,21 persen, sementara secara tahun kalender atau year-to-date/y-to-d, inflasi tercatat mencapai 1,29 persen. Kedua faktor utama, yaitu tarif listrik dan harga emas, menjadi elemen dominan yang mendorong pergerakan inflasi di wilayah ini.

BPS Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan inflasi dan faktor-faktor penyebabnya guna memberikan informasi akurat bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat menyusun strategi yang tepat untuk mengantisipasi dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang terus berlangsung. (TESTI PRISCILLA/Y)