PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa seluruh empat kabupaten/kota yang tergabung dalam Indeks Harga Konsumen atau IHK mengalami inflasi secara month-to-month atau m-to-m pada April 2025.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi di semua wilayah, dengan tingkat inflasi yang bervariasi.  

"Sampit mencatat inflasi sebesar 0,56 persen, Kabupaten Kapuas 0,62 persen, Kabupaten Sukamara 0,29 persen, dan Kota Palangka Raya mengalami inflasi tertinggi, yaitu 0,67 persen," ungkap Agnes dalam penyampaian berita resmi statistik pada Jumat, 2 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa pola inflasi ini mencerminkan dinamika harga di masing-masing daerah, yang dipengaruhi oleh faktor permintaan dan distribusi.

Menurut Agnes, dua komoditas utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi di seluruh kabupaten/kota adalah tarif listrik dan emas perhiasan.

"Kenaikan tarif listrik memiliki dampak luas karena menyentuh berbagai sektor ekonomi, sementara emas perhiasan mengalami peningkatan harga seiring dengan tren pasar," jelasnya.  

Agnes juga menyebutkan bahwa selain kedua komoditas tersebut, ada berbagai faktor lokal yang turut mendorong inflasi di tiap daerah.

"Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah menunjukkan bahwa faktor-faktor regional, seperti distribusi barang dan preferensi konsumsi, berperan dalam pembentukan harga," ujarnya.

Meskipun mengalami inflasi, BPS Kalimantan Tengah memastikan bahwa situasi tetap dalam batas terkendali.

"Kami terus memantau pergerakan harga dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan stabilitas harga serta menjaga daya beli masyarakat," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)