PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa Indeks Harga yang diterima petani atau It mengalami penurunan sebesar 0,60 persen pada April 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa It turun dari 172,48 pada Maret 2025 menjadi 171,44 pada April 2025.

Penurunan It ini terutama disebabkan oleh menurunnya harga yang diterima petani di beberapa subsektor.

"Kami mencatat bahwa Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan indeks sebesar 0,88 persen, sedangkan subsektor Peternakan turun sebesar 0,79 persen," ujar Agnes Widiastuti pada Minggu, 4 Mei 2025.

Ia menjelaskan bahwa harga komoditas perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit, mengalami fluktuasi yang berdampak pada pendapatan petani. Selain itu, harga produk peternakan, termasuk unggas dan sapi, juga mengalami penurunan sehingga mempengaruhi indeks secara keseluruhan.

Meski terjadi penurunan It, BPS Kalteng terus memantau perkembangan harga dan tren pasar.

"Kami mengimbau para pemangku kepentingan untuk memperhatikan kondisi pasar dan mencari strategi yang dapat membantu stabilisasi harga produk pertanian," tambahnya.

Dengan kondisi ini, para petani di Kalimantan Tengah diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam merencanakan produksi dan pemasaran hasil pertanian mereka guna mengantisipasi perubahan harga yang terjadi. Pemerintah daerah juga diharapkan terus mengupayakan kebijakan yang mendukung kestabilan harga demi kesejahteraan petani. (TESTI PRISCILLA/H)