PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya kenaikan harga berbagai komoditas pada April 2025 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan di empat kabupaten/kota, inflasi year-on-year atau y-on-y mencapai 1,21 persen, dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK meningkat dari 106,73 pada April 2024 menjadi 108,02 pada April 2025. Sementara itu, inflasi month-to-month atau m-to-m tercatat sebesar 0,61 persen, sedangkan inflasi year-to-date atau y-to-d mencapai 1,29 persen.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan harga ini disebabkan oleh kenaikan beberapa indeks kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 1,32 persen, sementara kelompok pakaian dan alas kaki naik 2,13 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan terbesar, yakni 8,53 persen.

"Kenaikan harga pada kelompok ini cukup signifikan dan menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi," kata Agnes pada Senin, 5 Mei 2025.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga, seperti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 0,25 persen, serta kelompok transportasi yang mengalami penurunan sebesar 2,08 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami penurunan indeks sebesar 0,45 persen.

"Deflasi di beberapa kelompok ini terjadi akibat penurunan tarif dan harga bahan bakar rumah tangga," jelas Agnes.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y di antaranya adalah emas perhiasan, ikan gabus, cabai rawit, minyak goreng, kopi bubuk, udang basah, dan ikan bakar. Selain itu, sektor transportasi juga memberikan dampak dengan kenaikan harga pemeliharaan sepeda motor. Sementara itu, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi adalah daging ayam ras, angkutan udara, beras, bahan bakar rumah tangga, dan tarif pulsa ponsel.

Inflasi m-to-m pada April 2025 dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti tarif listrik, emas perhiasan, ikan gabus, cabai merah, dan beras. Sebaliknya, komoditas seperti daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, bensin, dan solar memberikan andil terhadap deflasi bulanan.

"Kami terus memantau pergerakan harga ini agar masyarakat dapat memahami tren ekonomi yang berkembang," tambah Agnes.

Dengan tren ini, BPS Kalteng menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga diharapkan terus berupaya menjaga stabilitas harga agar dampak inflasi tidak terlalu membebani masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)