PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 1.498,19 ribu orang. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 65,85 ribu orang dibandingkan Februari 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa kenaikan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar kerja.

"Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK juga mengalami kenaikan sebesar 2,07 persen poin dibanding tahun sebelumnya," kata Agnes menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 5 Mei 2025.

Selain peningkatan jumlah tenaga kerja, survei juga mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kalimantan Tengah. Pada Februari 2025, TPT tercatat sebesar 3,47 persen, turun 0,19 persen poin dibandingkan dengan kondisi pada Februari 2024.

"Penurunan ini menunjukkan perbaikan dalam serapan tenaga kerja dan peningkatan kesempatan kerja di berbagai sektor," kata Agnes Widiastuti lagi yang menyampaikan BRS bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni.

--page

Penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 1.446,14 ribu orang, meningkat sebesar 4,81 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, dengan peningkatan persentase pekerja sebesar 3,21 persen poin. Sementara itu, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 1,49 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024.

Namun, data juga menunjukkan adanya penurunan jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor formal. Pada Februari 2025, sebanyak 695,79 ribu orang, atau 48,11 persen dari total pekerja, bekerja dalam kegiatan formal. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,07 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tren ini perlu menjadi perhatian, mengingat sektor formal biasanya menawarkan perlindungan kerja yang lebih baik bagi pekerja," kata Agnes.

Sementara itu, persentase pekerja setengah penganggur mengalami penurunan sebesar 2,17 persen poin, yang menandakan peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan tenaga kerja. Sebaliknya, persentase pekerja paruh waktu mengalami kenaikan sebesar 2,92 persen poin dibandingkan Februari 2024.

"Peningkatan pekerja paruh waktu ini dapat mencerminkan tren fleksibilitas kerja yang semakin diminati oleh masyarakat," ujar Agnes.

Dengan adanya perkembangan positif dalam jumlah angkatan kerja dan penurunan tingkat pengangguran, pemerintah daerah diharapkan terus mendukung kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Kami akan terus memantau tren ketenagakerjaan dan memberikan rekomendasi berbasis data kepada pemangku kepentingan," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/Y)