PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa ekonomi daerah ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,04 persen pada triwulan I-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau y-on-y. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan signifikan dalam sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang mencatat peningkatan sebesar 17,98 persen.

Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah atau PK-P menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi, dengan peningkatan sebesar 13,57 persen.

"Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan belanja pemerintah untuk berbagai program pembangunan dan layanan publik," ujar Agnes Widiastuti dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 5 Mei 2025.

Namun, jika dibandingkan dengan triwulan IV-2024, ekonomi Kalimantan Tengah mengalami kontraksi sebesar 6,57 persen atau q-to-q. Terdapat sepuluh kategori lapangan usaha yang mengalami penurunan, dengan sektor Konstruksi sebagai kategori yang mengalami kontraksi terbesar, yakni 30,64 persen.

"Penurunan di sektor konstruksi ini sangat dipengaruhi oleh penyesuaian proyek-proyek besar yang biasa terjadi pada awal tahun," jelas Agnes.

--page

Selain sektor Konstruksi, kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial mengalami kontraksi sebesar 29,11 persen, sementara sektor Pertambangan dan Penggalian turun 13,34 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen PK-P mengalami penurunan tajam sebesar 32,53 persen, disusul oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB yang terkontraksi 17,68 persen.

Secara regional, struktur ekonomi Kalimantan masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan kontribusi sebesar 46,99 persen. Kalimantan Tengah berada di urutan keempat dengan kontribusi sebesar 12,52 persen terhadap total ekonomi wilayah.

"Meski mengalami kontraksi secara triwulanan, secara tahunan semua provinsi di Kalimantan tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif," pungkas Agnes.

Dengan tren pertumbuhan tahunan yang tetap terjaga, pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendorong stabilitas ekonomi serta meningkatkan investasi di berbagai sektor strategis. Hal ini menjadi tantangan bagi Kalimantan Tengah dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional. (TESTI PRISCILLA/Y)