PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks Ketimpangan Gender atau IKG di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan pada tahun 2024, menunjukkan adanya kemunduran dalam kesetaraan gender.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, nilai IKG tahun ini tercatat sebesar 0,549, naik 0,008 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 0,541. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh menurunnya capaian pada dimensi pemberdayaan.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa dimensi pemberdayaan menjadi faktor utama dalam kenaikan nilai IKG.

"Dimensi Pemberdayaan Gender terdiri dari dua indikator, yaitu persentase penduduk usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan SMA ke atas dan proporsi anggota legislatif berdasarkan jenis kelamin. Penurunan capaian dalam indikator ini berkontribusi terhadap meningkatnya ketimpangan gender di wilayah kita," jelasnya pada Senin, 5 Mei 2025.

IKG sendiri merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat ketimpangan antara laki-laki dan perempuan dalam tiga aspek utama: kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.

"Semakin tinggi nilai IKG, semakin besar ketimpangan gender yang terjadi di suatu wilayah. Kenaikan indeks ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna meningkatkan kesetaraan gender," terang Agnes.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah rendahnya keterwakilan perempuan dalam legislatif. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah perempuan dalam parlemen masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki, menandakan adanya tantangan dalam representasi politik. Selain itu, tingkat pendidikan juga berperan dalam pemberdayaan gender, di mana akses terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan masih perlu ditingkatkan.

Menanggapi kondisi ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni menegaskan pentingnya kebijakan yang mendukung partisipasi perempuan dalam berbagai sektor.

"Perlu ada program yang lebih masif untuk meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan serta mendorong keterlibatan mereka dalam politik dan ekonomi. Upaya ini penting agar kesetaraan gender di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat," ujarnya yang turut hadir dalam penyampaian berita resmi statistik tersebut.

Dengan meningkatnya nilai IKG, berbagai pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menekan angka ketimpangan gender di wilayah tersebut. Pemerintah, akademisi, serta organisasi masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, demi tercapainya keseimbangan gender yang lebih baik di masa depan. (TESTI PRISCILLA/H)