PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,25 persen pada April 2025.

"Indeks kelompok ini turun dari 101,21 pada April 2024 menjadi 100,96 pada April 2025," kata Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Selasa, 6 Mei 2025.

Agnes menyatakan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk harga bahan bakar rumah tangga yang mengalami penurunan.

Menurut Agnes, subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga mencatat deflasi y-on-y tertinggi, yakni sebesar 1,24 persen.

"Di sisi lain, subkelompok sewa dan kontrak rumah justru mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 0,63 persen. Meskipun terjadi deflasi dalam kelompok ini, dampaknya terhadap inflasi umum cukup kecil, dengan andil deflasi y-on-y hanya sebesar 0,03 persen," tutur Agnes.

Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap deflasi y-on-y kelompok ini antara lain bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 0,07 persen dan seng sebesar 0,01 persen.

"Sementara itu, komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi y-on-y mencakup sewa rumah dengan andil 0,03 persen serta tarif air minum PAM sebesar 0,01 persen," bebernya.

Selain tren year-on-year, kelompok ini juga mengalami inflasi month-to-month atau m-to-m pada April 2025, dengan andil inflasi sebesar 0,56 persen. Agnes menjelaskan bahwa tarif listrik menjadi komoditas utama yang mendorong inflasi m-to-m, dengan kontribusi sebesar 0,60 persen.

"Di sisi lain, beberapa komoditas dalam kelompok ini justru mengalami deflasi m-to-m, termasuk bahan bakar rumah tangga yang memberikan andil deflasi sebesar 0,04 persen. Hal ini menunjukkan adanya dinamika harga yang cukup signifikan dalam kelompok perumahan dan kebutuhan rumah tangga," katanya.

Agnes menegaskan bahwa perubahan indeks harga dalam kelompok ini perlu terus dipantau karena memiliki dampak terhadap daya beli masyarakat.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan analisis agar kebijakan ekonomi yang diambil bisa tepat sasaran," ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)