BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa kelompok kesehatan mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 2,01 persen pada April 2025.
"Indeks Harga Konsumen atau IHK kelompok ini meningkat dari 102,40 pada April 2024 menjadi 104,46 pada April 2025. Seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi," kata Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 9 Mei 2025.
Salah satu subkelompok yang mencatat inflasi tertinggi adalah jasa kesehatan lainnya dengan lonjakan sebesar 10,29 persen.
"Kenaikan ini menunjukkan peningkatan biaya pelayanan kesehatan, termasuk layanan spesialis dan tindakan medis tertentu," ujar Agnes.
Kelompok kesehatan pada April 2025 memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen terhadap total inflasi di Kalimantan Tengah. Beberapa komoditas yang berkontribusi dalam inflasi ini adalah tarif rumah sakit dengan andil 0,02 persen serta tarif check up yang menyumbang 0,01 persen.
Meskipun demikian, kelompok kesehatan tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m pada April 2025.
"Dari data yang kami peroleh, kenaikan harga di sektor kesehatan cenderung terjadi dalam jangka panjang dibandingkan dengan perubahan bulanan," tambah Agnes.
Tren inflasi dalam sektor kesehatan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan serta biaya yang terus bertambah. Faktor lain seperti permintaan layanan kesehatan yang lebih tinggi dan perubahan kebijakan tarif rumah sakit dapat berpengaruh dalam pergerakan harga.
BPS Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan harga di sektor kesehatan dan sektor lainnya guna memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta sebagai bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan terkait. (TESTI PRISCILLA/H)









