BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa kelompok pendidikan mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 2,23 persen pada April 2025.
Indeks Harga Konsumen atau IHK untuk kelompok ini meningkat dari 104,12 pada April 2024 menjadi 106,44 pada April 2025.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa subkelompok pendidikan lainnya mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 5,11 persen. Sementara itu, subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mencatat inflasi terendah sebesar 0,83 persen.
“Inflasi pada kelompok pendidikan memberikan andil sebesar 0,08 persen terhadap inflasi y-on-y di Kalimantan Tengah,” ujar Agnes Widiastuti pada Minggu, 11 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa beberapa komoditas dalam sektor ini memiliki pengaruh besar terhadap perubahan indeks harga.
Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y kelompok pendidikan antara lain akademi/perguruan tinggi, sekolah menengah pertama, dan bimbingan belajar, masing-masing dengan kontribusi 0,02 persen.
“Sementara itu, taman kanak-kanak dan sekolah menengah atas memberikan andil sebesar 0,01 persen,“ katanya lagi.
Meski demikian, dalam perhitungan month-to-month (m-to-m), kelompok pendidikan pada April 2025 tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi.
“Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga dalam kelompok pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh tren tahunan dibandingkan dengan perubahan bulanan,” jelas Agnes.
Dengan tren ini, diharapkan adanya perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi sektor pendidikan, termasuk kebijakan harga sekolah dan institusi pendidikan lainnya, guna menjaga stabilitas harga bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)









