BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi peningkatan penyakit musiman selama musim penghujan dan transisi menuju musim kemarau.
"Saat ini kita ada di musim penghujan yang akan berlanjut ke musim kemarau. Teman-teman kesehatan sudah siaga untuk antisipasi jika ada penyakit yang timbul akibat perubahan iklim. Misalnya sakit flu, batuk, pilek, dan lain sebagainya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Minggu, 11 Mei 2025.
Ia mengungkapkan pihaknya telah memastikan ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan medis di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang sakit akibat perubahan iklim tersebut.
"Di lapangan, seperti di puskesmas, obat-obatan sudah kita siapkan. Kami juga terus berkoordinasi dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan untuk memastikan semua berjalan dengan baik," jelasnya.
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Dinkes Kotim juga gencar mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Mulai dari mengkonsumsi air putih hingga pola makan yang sehat dan bergizi.
--page
"Kami juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk hidup sehat, menjaga pola makan, dan menjaga daya imun tubuh. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga sangat penting, karena dengan daya imun yang kuat, tubuh lebih mampu melawan penyakit yang mungkin timbul akibat perubahan iklim," ujar Umar.
Umar Kaderi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini. Dirinya mengimbau jika masyarakat mengalami gejala awal penyakit agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Penanganan sejak dini sangat penting agar penyakit tidak semakin parah," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinkes berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kesehatan masyarakat.
"Kami akan terus melakukan evaluasi, memantau kondisi kesehatan di lapangan, dan siap mengambil langkah-langkah preventif lainnya jika dibutuhkan," tutup Umar. (DEVIANA/Y)









