BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengumumkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di provinsi tersebut mengalami penurunan.
"Angka pengangguran pada Februari 2025 turun menjadi 3,47 persen, lebih rendah 0,19 persen poin dibandingkan Februari 2024," kata Agnes pada Kamis, 15 Mei 2025.
Penurunan angka pengangguran ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang memiliki pekerjaan mengalami kenaikan signifikan, yang menjadi faktor utama dalam perbaikan kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah.
Menurut Agnes, peningkatan jumlah pekerja ini menunjukkan tren positif dalam sektor ketenagakerjaan, sekaligus mencerminkan stabilitas ekonomi daerah.
"Lebih banyak penduduk usia kerja yang terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik bekerja maupun mencari pekerjaan. Ini hal yang menggembirakan," ujar Agnes.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan lapangan kerja, dengan kenaikan persentase pekerja terbesar dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan jumlah tenaga kerja.
--page
Dengan tren ini, diharapkan angka pengangguran di Kalimantan Tengah dapat terus ditekan dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan kebijakan pemerintah daerah yang mendorong perluasan kesempatan kerja. Pemerintah juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja agar lebih kompetitif di berbagai sektor. (TESTI PRISCILLA/Y)









