BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan pola distribusi yang bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, TPT tertinggi pada Februari 2025 tercatat pada lulusan Sekolah Menengah Atas atau SMA sebesar 6,15 persen, sedangkan TPT terendah terjadi pada tamatan Sekolah Menengah Pertama atau SMP yang hanya mencapai 1,71 persen.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa perbandingan dengan data Februari 2024 menunjukkan adanya penurunan TPT di beberapa kategori pendidikan.
“Penurunan terbesar terjadi pada lulusan Diploma I/II/III yang mencapai 2,10 persen poin. Selain itu, lulusan SMP dan universitas juga mengalami penurunan tingkat pengangguran,” ujar Agnes Widiastuti pada Kamis, 15 Mei 2025.
Sebaliknya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK mengalami peningkatan tingkat pengangguran tertinggi, yaitu sebesar 1,55 persen poin, menjadikannya 4,38 persen pada Februari 2025. Hal ini menunjukkan adanya dinamika pasar tenaga kerja yang perlu dicermati, terutama dalam kaitannya dengan kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja.
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa perubahan TPT ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk peluang kerja yang tersedia bagi masing-masing tingkat pendidikan serta kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri.
“Kondisi ini memberikan tantangan bagi sektor pendidikan dan ketenagakerjaan untuk lebih meningkatkan keterampilan dan daya saing lulusan,” imbuhnya.
BPS Kalimantan Tengah mencatat bahwa secara keseluruhan, penurunan tingkat pengangguran di beberapa kategori pendidikan menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja.
Namun, peningkatan TPT bagi lulusan SMK menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah dan dunia usaha untuk lebih mengoptimalkan program pelatihan dan penempatan kerja.
Dengan adanya data ini, diharapkan berbagai pihak dapat terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Pemerintah dan sektor swasta diharapkan mampu bersinergi dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif bagi setiap lulusan pendidikan. (TESTI PRISCILLA/H)









