PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 mengalami lonjakan signifikan.

"Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 1.446,14 ribu orang, meningkat sebanyak 4,81 juta orang dibandingkan Februari 2024," kata Agnes pada Jumat, 16 Mei 2025.
Agnes menjelaskan bahwa peningkatan ini mencerminkan kondisi ekonomi yang semakin membaik, serta meningkatnya kesempatan kerja di berbagai sektor.

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa lebih banyak penduduk usia kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, baik bekerja maupun mencari pekerjaan," ujarnya.

Lapangan pekerjaan utama yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan peningkatan mencapai 3,21 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian justru mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 1,49 persen poin," katanya.

Selain itu, laporan Sakernas juga mencatat bahwa persentase penduduk yang bekerja dalam status pekerjaan formal mencapai 48,11 persen. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan Februari 2024, yang menunjukkan bahwa proporsi tenaga kerja informal masih cukup tinggi.

--page

"Di tingkat regional, Kalimantan Tengah tercatat memiliki tingkat pengangguran terbuka atau TPT terendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, yakni sebesar 3,47 persen. Angka ini menunjukkan tren positif dalam penurunan jumlah pengangguran," jelasnya.

Agnes menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ini dengan kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

"Ke depan, kita harus memastikan bahwa setiap warga memiliki akses yang lebih baik terhadap pelatihan dan peluang kerja yang sesuai," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)