PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mengumumkan bahwa tingkat pengangguran terbuka atau TPT di provinsi tersebut mengalami perubahan signifikan pada Februari 2025.

“TPT di daerah perkotaan tercatat sebesar 3,64 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan TPT di daerah perdesaan yang sebesar 3,32 persen,“ kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 16 Mei 2025.

Agnes menjelaskan bahwa dibandingkan dengan Februari 2024, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,57 persen poin. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja di wilayah perkotaan, yang bisa disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di berbagai sektor.

“Sebaliknya, TPT di daerah perdesaan justru mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,“ tuturnya.

Kenaikan ini mengindikasikan adanya tantangan dalam menciptakan lapangan kerja di sektor-sektor pedesaan, seperti pertanian dan industri kecil, yang masih menjadi tulang punggung perekonomian di daerah tersebut.

Agnes menambahkan bahwa tren ini perlu menjadi perhatian bagi para pemangku kebijakan untuk memastikan adanya strategi yang tepat dalam mengatasi pengangguran, baik di perkotaan maupun perdesaan.

“Kita perlu mendorong kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja di semua sektor, terutama di daerah pedesaan yang mengalami kenaikan pengangguran,” ujarnya lagi.

--page

BPS Kalimantan Tengah juga menekankan pentingnya program pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja, agar mereka lebih siap menghadapi persaingan di pasar kerja. Sektor-sektor yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru harus mendapat perhatian lebih untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya perubahan dalam tingkat pengangguran terbuka ini, pemerintah daerah diharapkan dapat merancang kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, terutama di wilayah yang masih mengalami kesulitan dalam membuka peluang kerja baru. (TESTI PRISCILLA/Y)