BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah sesi penandatanganan kerja sama, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP melanjutkan kegiatan dengan bimbingan teknis yang disampaikan oleh Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar.
"Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memastikan kesiapan 18 lembaga pelatihan dalam menyelenggarakan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit secara optimal. Program pelatihan dijadwalkan berlangsung secara paralel di 17 provinsi dan 40 kabupaten mulai Mei hingga September 2025," kata Arfie dalam rilisnya pada Kamis, 22 Mei 2025.
Dalam pemaparannya, Arfie Thahar menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan pelatihan, termasuk alur pencairan dana, komponen biaya yang dapat didanai, hingga proses verifikasi dan pelaporan.
"Transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program sangatlah penting agar hasil pelatihan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peserta. Setiap lembaga pelatihan diharapkan dapat menerapkan standar operasional yang ketat guna menjamin efektivitas program," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Penyaluran Dana BPDP, Alfansyah, menutup acara dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan program ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan.
"Kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga memastikan bahwa pelatihan ini benar-benar meningkatkan kompetensi peserta sehingga mereka mampu bersaing di industri perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.
Selain itu, Alfansyah juga menyoroti pentingnya selektivitas dalam memilih narasumber dan fasilitator. Ia menegaskan bahwa instruktur harus memiliki keahlian teknis sekaligus kemampuan komunikasi yang baik agar peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah dan tetap termotivasi sepanjang sesi pelatihan.
“Pelatihan yang sukses bukan hanya mengandalkan materi yang bagus, tetapi juga cara penyampaian yang efektif,” imbuhnya.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016 hingga 2024, program pelatihan SDM perkebunan kelapa sawit BPDP telah berhasil menjangkau 18.477 peserta. BPDP berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan dan kualitas program ini agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pekebun dan masyarakat perkebunan di Indonesia. Dengan adanya kerja sama strategis yang ditegaskan dalam acara ini, BPDP optimis akan lahir tenaga kerja perkebunan yang profesional dan berdaya saing tinggi.
"Kesuksesan program ini bergantung pada sinergi antara BPDP, lembaga pelatihan, pemerintah daerah, dan mitra industri. Dengan dukungan yang solid dari berbagai pihak, BPDP berharap pelatihan tahun ini dapat menjadi pijakan penting dalam membangun SDM unggul, yang mampu menjawab tantangan masa depan industri kelapa sawit Indonesia," jelas Alfansyah. (TESTI PRISCILLA/H)









